Paginya, papan kaca di ruang Naya terisi bagan baru: Protokol Disinformasi. Empat kolom, sederhana: Katalog Hoaks, Jalur Respons, Panel Verifikasi (pihak ketiga), dan Audit Bahasa. “Ini bukan untuk mengurusi mulut orang,” ucap Naya, menatap tim satu per satu, “ini untuk melindungi telinga orang kita.”Rendra mengisi katalog hoaks: cut balkon, caption merit vs cinta, tuduhan promosi pribadi. Bagas menautkan hash konten, jejak VPS, dan pola rilis; setiap entri punya fingerprint digital dan waktu rilis yang diasumsikan. Tara dari Risk menambahkan skoring dampak—dari gangguan psikologis hingga potensi material terhadap pasar. Inez menautkan bukti-bukti fisik dan digital ke tiap item, menandai mana yang siap diuji panel verifikasi. “Kalau ada yang belum siap, kita tahan bahasanya,” katanya. “Bahasa yang keliru bisa memalsukan kenyataan.”Di lantai berbeda, HR memindahkan perisai ke tempat yang tepat: SOP cara menolak komentar tidak relevan, script untuk telepon keluarga
最終更新日 : 2025-11-13 続きを読む