“Ada apa, sayang?” suara Nyonya Wijaya terdengar memanggil Luna saat beliau membuka pintu utama.Luna menoleh ke sumber suara. “Katanya Bu Yuli sama menantunya datang, Nek. Mau menemui Nenek atau Luna,” jawab Luna dari arah teras, matanya kembali mengarah pada petugas keamanan yang berdiri di dekat gerbang. “Ya udah, kamu masuk aja, biar Nenek yang temui. Kamu gak usah bertemu dengan mereka,” ucapnya, meminta sang cucu menantu untuk masuk ke dalam rumah.“Baik, Nek,” balas Luna. Ia pun memilih menuruti permintaan Nyonya Wijaya. Langkahnya perlahan menjauh, meninggalkan halaman depan. Sementara itu, petugas keamanan membuka gerbang besar yang terbuat dari besi hitam, mengizinkan Bu Yuli dan Amel masuk lebih dalam ke halaman rumah keluarga Wijaya yang asri dan luas.Bu Yuli dan menantunya berjalan mendekat dengan senyum sumringah.“Ada apa, Yuli?” tanya Nyonya Wijaya.Bu Yuli tersenyum tipis. “Saya mau memberi undangan, Nyonya. Kebetulan kami mau mengadakan syukuran kelahiran cucu saya
Terakhir Diperbarui : 2025-11-07 Baca selengkapnya