“Nanti siang Mommy mau keluar dulu ya, kalian di rumah sama nenek dan Bi Inem. Tapi ingat-” ucapan Luna terpotong.“Jangan nakal, jangan teriak-teriak, jangan melawan. Kalau orang tua bilang jangan, artinya jangan, bukan sebaliknya.”Dengan penuh percaya diri Nia memotong ucapan sang mommy. Luna mendelik, namun Nia malah terkekeh. Ingin marah tapi nyonya Wijaya justru ikut tertawa. Beliau sudah lebih dulu merasakan yang dirasakan Luna, karena Devan persis Nia dan El. Ingatannya sangat tajam dan jenius melebihi anak seusianya, tapi nakalnya tentu tak sama. Devan kutu buku sejak kecil. Dia selalu memanfaatkan waktunya untuk belajar hal baru, beda dengan Nia dan El yang nakal seperti anak kebanyakan. Bisa jadi karena Nia dan El kembar dan merasa ada teman, sementara sang Daddy benar-benar sendirian.“Mommy gak suka ya, El, kaya gitu!” Luna menatap anaknya. El menyeruput susu dalam gelasnya sebelum akhirnya menjawab, “Nia yang nyahut, Mom, bukan El.”Luna memutar bola mata malas.*Di s
Terakhir Diperbarui : 2025-12-05 Baca selengkapnya