Tiba-tiba, suara Andrew menyentaknya. "Sudahlah, Papa. Jangan meihat Briony terus. Dia punya Brandon." Alex spontan mengerjap. "Hero? Sudah selesai bermain dengan teman-teman barumu?""Belum. Aku berhenti sebentar untuk minum," terang bocah itu sambil membuka tutup botol lalu minum. "Jadi, apakah Papa masih iri?" "Iri?" Mata Alex membulat. "Papa tidak iri.""Ya, Papa iri. Papa melihat mereka seolah-olah Papa ingin menggantikan posisi Brandon," angguk Andrew, yakin. Sudut bibir Alex berkedut. Ia sedikit kesal karena sang putra berhasil membaca pikirannya. Demi menutupi hal tersebut, ia memalsukan tawa. "Hero, untuk apa Papa menginginkan posisi Brandon? Papa cuma mau jadi ayah yang baik untukmu," ujarnya, berusaha terdengar santai."Papa bisa saja menggantikan posisi Brandon dan tetap menjadi ayahku. Tapi aku tidak suka ide itu. Papa sudah berjanji untuk tidak merebut Briony dari Brandon," timpal Andrew dengan mata yang agak disipitkan. Sambil menahan kegetiran, Alex mengacak rambu
آخر تحديث : 2026-08-04 اقرأ المزيد