Sementara itu, Caroline berbalik dengan wajah masam. Melihat senyum manis Briony, ia mendengus tak senang. "Mau apa kau kemari? Merayu suamiku?" Briony mengernyit. "Aku tidak mungkin mengajak Brandon kalau yang kau tuduhkan itu benar," ia menggandeng sang kekasih. "Lalu? Kau kau merebut anakku?" tuduhnya lagi. "Aku dan Brandon sudah berjanji untuk mengajaknya main hari ini," jawab Briony, santai. Kemudian, ia memiringkan kepala agar bisa melihat bocah di belakang Caroline. "Andrew, kau sudah siap?" "Tunggu sebentar! Tasku masih di kamar!" Andrew berlari dengan kecepatan maksimal. Hanya dalam beberapa detik, ia kembali sambil tertawa-tawa. Ransel kecil yang diseretnya terpantul-pantul seolah ikut kegirangan "Papa, aku berangkat. Jaga rumah baik-baik, ya," ujar Andrew sembari melewati sang ayah.
Terakhir Diperbarui : 2026-08-16 Baca selengkapnya