Saat itulah, sebuah ide melintas dalam benak Delilah. "Benar juga. Kenapa tidak kupakai saja cara mereka? Lain kali, aku harus mengajaknya ke sini. Siapa tahu, Andrew bisa berhenti marah kepadaku atau bahkan menyukaiku." Setelah mencatat idenya di catatan ponsel, Delilah kembali mengawasi. Melihat kekompakan tiga orang itu, matanya memicing. "Sebenarnya apa tujuan mereka mengajak Andrew kemari?" gumamnya, heran. "Apakah demi pencitraan? Mereka terlihat seperti calon orang tua yang baik dengan Andrew bersama mereka. Itu bisa mendongkrak reputasi mereka, kan?" Tiba-tiba, Andrew dan pasangan tersebut datang dan menempati bangku di hadapannya. Takut ketahuan, Delilah cepat-cepat membentang majalah yang sudah ia siapkan untuk penyamaran. Suara Andrew kini terdengar olehnya. "Terima kasih, Briony. Kau sedang sibuk mempersiapkan pernikahan, tapi masih sempat meluangkan waktu untukku," sebe
Last Updated : 2026-08-18 Read more