“Wah, bajunya bagus banget, Mba,” ujar Dea sambil mengangkat kaus yang masih terlipat rapi. Matanya berbinar jelas. “Ihh, lucu. Gemes,” timpal Sarah, tak kalah antusias. Ia bahkan langsung menempelkan kain itu ke dadanya, seolah sedang bercermin. “Makasih ya, Mba Nadine,” lanjut Sarah tulus. Nadine terkekeh kikuk. Tangannya refleks menggaruk bagian belakang kepalanya. “Eh, jangan makasih ke aku. Makasihnya ke Dirga,” katanya sungkan. Dea dan Sarah kompak menoleh ke arah Dirga yang berdiri tak jauh dari mereka. Pria itu sedang menyerahkan satu kantong kertas berisi pakaian ke Clara—terlihat lebih eksklusif dibanding yang lain. “Pak Dirga!” seru Sarah cukup keras agar terdengar. “Makasih ya bajunya! Ini lucu banget!” Dirga menoleh dan mengangguk sambil tersenyum ramah. “Sama-sama.” “Oh iya, Cla,” lanjut Dirga sambil sedikit mencondongkan tubuhnya, “kamu jangan lupa pakai ini besok. Awas aja kalau enggak, aku bakal marah.” Clara mendecih pelan. Alisnya terangkat, nada suaranya la
Última actualización : 2026-01-26 Leer más