"Ada apa?" tanya Dirga saat melihat Nadine melamun. "Apa ada sesuatu?" Nadine tersentak kecil, lalu segera menggeleng. “Nggak. Nggak ada apa-apa,” jawabnya cepat, seolah ingin menepis bayangan yang barusan muncul di kepalanya. Dirga menatapnya beberapa detik, jelas tidak sepenuhnya percaya. Tapi ia tidak memaksa. “Kalau gitu, ayo makan!" katanya akhirnya sambil mengangkat tote bag yang ia bawa. “Nanti keburu dingin.” Nadine mengangguk. “Aku ganti baju sama cuci tangan dulu.” “Iya,” sahut Dirga. “Kalau gitu, aku yang siapin piring.” Nadine melangkah ke kamar, menutup pintu. Ia menyandarkan punggungnya sebentar di sana, menarik napas dalam. Bayangan Clara di boncengan motor pria lain kembali menyelip, membuat dadanya terasa tidak nyaman. Di tambah ucapan Dirga beberapa saat yang lalu. Beberapa menit kemudian, Nadine keluar dengan pakaian rumah yang lebih santai. Rambutnya diikat asal. Di meja makan, Dirga sudah menata dua piring, sendok, dan makanan yang dibawanya. “Makasih,” uca
Baca selengkapnya