Suasana mendadak sepi. Hanya menyisakan mereka berdua yang masih betah berdiri di teras rumahnya. Nadine diam, Dirga pun sama, sampai akhirnya mata mereka beradu tatap. Ada kehangatan yang berbeda dalam tatapan Dirga kali ini. Tanpa perlu banyak bicara, sorot matanya seolah mengatakan sesuatu pada Nadine, "Tenang, semuanya bakal baik-baik saja." Dirga ingin Nadine tahu satu hal, dan ia benar-benar menjanjikan itu. Bahwasannya kali ini dia–Nadine–istrinya benar-benar pulang, dan dia tidak akan pergi ke mana-mana lagi. Dirga tak melepaskan dekapannya sedikit pun, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya pada Nadine. Dengan sapaan lembut ia kembali membujuk sang istri. “Ayo, Sayang,” ucap Dirga lembut. Nadine menarik nafasnya panjang, mencoba mengurai sesak yang masih tertinggal di dadanya. Berat… meski hatinya sudah mulai tenang, ia sadar jika itu memang butuh waktu. Lengan hangat Dirga melingkar di ping
Baca selengkapnya