"Gio—" panggilnya pelan. Tapi Gio sudah berbalik. Tanpa menunggu lagi, ia berjalan keluar dari ruangan itu. Meninggalkan Clara sendirian.Clara berdiri di tempatnya, masih menggenggam tablet di tangannya. Matanya menatap ke arah pintu yang baru saja tertutup.Beberapa detik berlalu. Ia bahkan belum benar-benar mencerna apa yang barusan terjadi. Padahal beberapa saat yang lalu, keduanya masih biasa saja, tapi sejurus kemudian, semua berubah.Clara menghembuskan napas pelan. Dadanya terasa sedikit sesak, tapi ia tidak tahu harus menyebutnya apa.Kesal?Atau rasa bersalah?Clara masih berdiri beberapa saat setelah Gio pergi. Tatapannya kosong, pikirannya berputar, tapi tidak benar-benar sampai ke satu kesimpulan.Lalu ia menghela napas panjang. “Ah…” gumamnya pelan, seolah menepis sesuatu.Ia menggeleng kecil, berusaha mengembalikan fokusnya. Tangannya kembali bergerak merapikan berkas, menutup tablet, lalu duduk di kursinya.“Paling juga nanti biasa lagi,” bisiknya pelan.Bukan tanpa al
Read more