Kael mengambil langkah panjang ke arah Liora. Setiap langkahnya terdengar jelas di tengah keheningan, seperti lonceng kematian yang mendekat.Liora masih berlutut di lantai, tubuhnya gemetar hebat. Kulitnya yang tadinya putih mulus kini penuh dengan luka bakar merah akibat racunnya sendiri. Napasnya tersendat, matanya berkaca-kaca, wajahnya pucat seperti mayat.Kael berhenti tepat di depannya, menatapnya dengan wajah yang sangat dingin. Tidak ada kehangatan, tidak ada belas kasihan. Hanya tatapan kosong yang membuat Liora merasa seperti menatap jurang kematian."Di pertarungan kita sebelumnya, kaulah yang paling merepotkanku, Bibi Liora. Sebagai hadiahnya, kau akan menjadi yang pertama mati di antara empat petinggi Sekte Naga Langit."Suaranya tenang, namun setiap kata terasa seperti pisau yang menancap ke hati Liora.Liora menatap Kael dengan mata yang penuh dengan ketakutan. Ia mencoba berbicara, suaranya bergetar hebat, hampir tidak terdengar."Kael... kumohon..." ia batuk, darah s
Huling Na-update : 2025-12-20 Magbasa pa