Kota itu menyambut tanpa janji. Gedung-gedungnya lebih rapat, jalannya lebih cepat, dan orang-orang berjalan dengan tujuan masing-masing. Seeyana tiba di pagi yang cerah, koper di tangan, peta sederhana di kepala.Apartemen kecil yang ia sewa berada di lantai enam. Tidak luas, tapi cukup. Cahaya masuk dari jendela besar, memantul di lantai kayu yang masih bersih. Seeyana meletakkan koper, duduk di lantai sejenak, lalu menarik napas panjang.Tidak ada rasa takut. Hanya rasa asing yang wajar.Hari pertama di kantor baru berjalan ringkas. Perkenalan singkat, tur cepat, dan meja kerja di dekat jendela. Timnya beragam beberapa ramah, beberapa menjaga jarak. Seeyana menyukai itu. Ia tidak perlu segera disukai; ia perlu bekerja dengan baik.Atasannya, Livia, berbicara langsung ke inti. “Kami menghargai keputusan yang rapi. Bukan kecepatan kosong.”Seeyana mengangguk. “Itu cara kerjaku.”Mereka mulai dari sana.***Mala
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-31 อ่านเพิ่มเติม