Hari pertama tanpa jabatan terasa ganjil.Keira bangun lebih pagi dari biasanya, bukan karena jadwal rapat atau notifikasi tak henti, melainkan karena sunyi. Tidak ada pesan dari sekretariat. Tidak ada agenda yang menunggu persetujuannya. Dunia tetap bergerak, hanya saja tidak lagi meminta izinnya.Ia duduk di tepi ranjang beberapa saat, membiarkan perasaan itu menetap—bukan sebagai kehilangan, melainkan sebagai penanda. Ia telah melepas sesuatu, dan kini harus belajar berdiri tanpa penopang yang selama ini dianggap perlu.Di ruang makan, Nero sudah duduk dengan setelan kerja.“Kamu tidak perlu ke kantor hari ini,” katanya.Keira menuang kopi. “Aku tidak pernah perlu kantor untuk berpikir.”Nero tersenyum tipis. “Ibuku menelepon lagi.”Keira tidak menoleh. “Dan?”“Dia bilang, dewan akan bergerak lebih jauh,” jawab Nero. “Mereka ingin jarak. Dari kita.”Keira mengangguk pelan. “Itu konsekuensi yang masuk akal.”Nero berdiri, mendekat. “Aku tidak akan menjaga jarak.”Keira akhirnya mena
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-18 อ่านเพิ่มเติม