Idoh duduk termenung di teras rumah kontrakan, tatapan kosongnya mengarah pada langit yang mulai berwarna orange senja. Sinar matahari yang perlahan tenggelam itu seolah menambah kesan sepi yang melingkupi hatinya. Setahun pernikahannya dengan Marno, suaminya, terasa begitu singkat. Mereka belum sempat merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya sebagai pasangan suami istri. Sekarang, Marno telah tiada, meninggalkan dirinya sendiri di dunia yang penuh kesedihan. Bu Haji Tini, pemilik rumah kontrakan tempat Idoh tinggal, duduk di sebelahnya dengan wajah prihatin. "Idoh, kamu harus kuat. Ini pasti tidak mudah bagimu, tapi kamu tidak sendiri. Kami di sini akan selalu mendukungmu," ucap Bu Haji Tini dengan lembut. Idoh tersenyum kecil, meskipun hatinya masih dilanda duka yang mendalam. "Terima kasih, Bu. Saya akan mencoba berusaha kuat," jawabnya pelan. Sementara itu, Haji Agus, suami Bu Haji Tini, datang membawa sebuah nampan b
Last Updated : 2026-01-07 Read more