Home / Romansa / JEJAK HASRAT / Bab 4 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

Share

Bab 4 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2026-01-09 08:00:31

Hari itu, di ruang tamu rumah ortu Tini, Haji Agus duduk di hadapan Haji Tini dengan wajah yang penuh ketegangan. Dia tahu bahwa apa yang akan dia katakan akan mengubah segalanya.

"Tini, aku harus berbicara denganmu tentang sesuatu yang penting," ucapnya dengan suara serius.

Haji Tini menatap suaminya dengan rasa waspada. Dia merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dari ekspresi wajah Haji Agus. "Apa yang terjadi, Agus? Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Bu Haji Tini dengan nada penasaran.

Haji Agus menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mengungkapkan apa yang telah lama dia simpan di dalam hatinya. "Tini, aku merasa bahwa hubungan kita belakangan ini tidak seperti dulu. Aku merasa bahwa kamu menjauh dariku, terutama dalam hal keintiman. Kamu jarang sekali melayaniku saat aku ingin bercinta, padahal itu adalah kewajiban seorang istri," ucapnya dengan suara yang penuh kekecewaan.

Haji Tini

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Dahsyatnya menikah dengan Darah Muda

    Setelah momen intim mereka di kamar hotel, Andi semakin sulit untuk menahan nafsunya. Setiap kesempatan yang dia dapatkan, dia mencoba untuk mencumbu Tina, bahkan kadang-kadang dengan sedikit paksaan. Namun, Tina, meskipun tergoda oleh hasrat yang sama, tetap teguh pada keputusannya untuk menunggu sampai mereka menikah."Andi, aku mengerti bahwa kamu ingin lebih dari ini, tapi aku memohon padamu untuk bersabar," ucap Tina dengan suara lembut, matanya penuh dengan rasa kasih sayang.Andi merasa frustrasi, tetapi dia juga menghargai keputusan Tina. "Tina, aku mencintaimu lebih dari apapun. Tapi aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa menahan nafsu ini."Tina menggenggam tangan Andi dengan lembut, mencoba menenangkan hatinya. "Kita hanya perlu bersabar sedikit lebih lama, Andi. Saya janji akan memenuhi semua kebutuhan hasratmu itu setelah kita menikah."Andi mengangguk, meskipun hatinya masih dipenuhi dengan keinginan yang membara. "Aku percaya padamu, Tina. Aku akan menunggu."***Namu

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Dahsyatnya Menikah dengan Darah Muda

    Suasana di kafe tempat Andi dan Dena duduk terasa tegang, atmosfer yang biasanya penuh canda tawa kini digantikan oleh keheningan yang membeku. Andi duduk di depan Dena, matanya menatap kosong ke meja di depannya, mencoba menemukan kata-kata yang tepat untuk mengakhiri hubungan mereka."Dena, kita harus bicara," ucap Andi akhirnya, suaranya terdengar serak.Dena mengangguk, matanya terlihat berkaca-kaca. Dia tahu apa yang akan diucapkan oleh Andi, tetapi hatinya masih tidak siap menerima kenyataan itu. "Apa yang ingin kamu katakan, Andi?"Andi menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan keberaniannya. "Kita berdua tahu bahwa hubungan kita tidak sehat, Dena. Kamu terlalu over protektif dan over posesif, dan aku sudah kehilangan kesabaran."Dena menutup matanya sejenak, mencoba menahan air mata yang ingin tumpah. "Maafkan aku, Andi. Aku mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu."Andi menggelengkan kepala, tangisnya hampir pecah. "Tapi cinta bukanlah alasan untuk menyakiti satu sama

  • JEJAK HASRAT   Bab 1 Dahsyatnya Menikah dengan Darah Muda

    Seorang wanita cantik dan dewasa usia 35 tahun bernama Tina yang telah menjanda selama 5 tahun karena telah bercerai dengan suaminya karena ketidakcocokan prinsip hidup. Tina adalah pemilik beberapa cabang usaha pengiriman barang.Setiap cabang unita usahanya ada kepala cabangnya. salah satu kepala cabang yang cukup akrab dengannya bernama Andi usia 25 tahun. Andi sebenarnya sebentar lagi akan menikah dengan tunangannya tapi sejak bertunangan malah sering bertengkar dan mulai muncul ketidakcocokan dengan sang kekasih yang bernama Dena itu.Dena belakangan terlalu banyak menuntut kepada Andi sehingga Andi menjadi ragu untuk melanjutkan hubungnnya dengan Dena. Andi yang masih sangat muda itu pun sering cuhat kepada Tina selaku bos sekaligus sahabatnya itu.***Tina duduk di balik meja kerjanya yang luas, menyibukkan diri dengan tumpukan berkas dan laporan. Kepalanya terasa berat, terbebani oleh berbaga

  • JEJAK HASRAT   Bab 4 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Hari itu, di ruang tamu rumah ortu Tini, Haji Agus duduk di hadapan Haji Tini dengan wajah yang penuh ketegangan. Dia tahu bahwa apa yang akan dia katakan akan mengubah segalanya."Tini, aku harus berbicara denganmu tentang sesuatu yang penting," ucapnya dengan suara serius.Haji Tini menatap suaminya dengan rasa waspada. Dia merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak biasa dari ekspresi wajah Haji Agus. "Apa yang terjadi, Agus? Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Bu Haji Tini dengan nada penasaran.Haji Agus menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mengungkapkan apa yang telah lama dia simpan di dalam hatinya. "Tini, aku merasa bahwa hubungan kita belakangan ini tidak seperti dulu. Aku merasa bahwa kamu menjauh dariku, terutama dalam hal keintiman. Kamu jarang sekali melayaniku saat aku ingin bercinta, padahal itu adalah kewajiban seorang istri," ucapnya dengan suara yang penuh kekecewaan.Haji Tini

  • JEJAK HASRAT   Bab 3 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Sejak malam yang pertama mereka berbagi momen intim di kamar hotel, Haji Agus dan Idoh merasa sulit untuk menahan keinginan mereka yang semakin membara. Mereka seperti terjerat dalam pusaran nafsu yang tak terbendung, dan setiap kesempatan yang mereka dapatkan untuk bertemu, selalu berakhir dengan momen kebersamaan yang penuh gairah.Di sisi lain, Bu Haji Tini semakin sibuk dengan tanggung jawabnya sebagai pengurus pengajian ibu-ibu dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Dia terlalu terlena dengan kesibukannya sehingga melupakan tugas utamanya sebagai istri, yaitu memberikan perhatian kepada suaminya.Haji Agus, meskipun merasa kesepian karena kurangnya perhatian dari istrinya, tetap menjaga rahasia tentang hubungannya dengan Idoh. Namun, kecemasan dan rasa bersalah masih menghantuinya setiap hari.Sementara itu, Idoh mulai melupakan kesedihannya sejak kepergian Marno, suaminya yang telah meninggal dunia. Kini, dia telah

  • JEJAK HASRAT   Bab 2 Nikmatnya Jepitan Janda Muda

    Hari yang ditentukan akhirnya tiba. Di dalam rumah, Haji Agus duduk gelisah di ruang tamu, matanya terus memperhatikan jam di pergelangan tangannya. Bu Haji Tini, yang sedang berdandan di dekat cermin, mencuri-curi pandang ke arah suaminya yang tampak gelisah."Hari ini kenapa kamu terlihat gelisah sekali, Agus?" tanya Bu Haji Tini, mencoba mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.Haji Agus mencoba menyembunyikan kegelisahannya dengan tertawa. "Ah, tidak apa-apa, Tini. Aku hanya menunggu pesan dari teman," jawabnya cepat.Namun, Bu Haji Tini tidak sepenuhnya yakin dengan jawaban itu. Dia bisa merasakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya. Namun, dia memilih untuk tidak bertanya lebih lanjut, menyadari bahwa Agus pasti memiliki alasan untuk merahasiakannya.Sementara itu, di rumah kontrakannya, Idoh duduk di tepi tempat tidur, menatap layar ponselnya dengan gelisah. Dia menunggu dengan tidak s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status