Merly memang hidup dimanja sejak kecil dan terbiasa dengan kehidupan mewah, sehingga memiliki sifat khas seorang putri keluarga kaya. Namun bagaimanapun juga, dia berasal dari keluarga terpandang. Sejak kecil dia sudah memahami seni meracik teh.Tak lama kemudian, dia sudah menyeduhkan seteko teh baru untuk Ryan."Bos, silakan minum teh," kata Faye."Ya."Ryan berjalan mendekat dan melirik Merly sekilas. "Ke depannya, kamu yang harus persilakan aku minum teh. Soalnya Faye sekretaris bagian bisnis, kamu yang bagian sehari-hari. Harus diingat, mengerti?""Huh!" Merly memutar matanya.Ryan duduk di sofa, lalu menyesap teh."Wah, rasanya enak. Harumnya lembut, rasanya manis di mulut. Wanginya cukup lama bertahan di dalam mulut!" puji Ryan.Di mata Merly muncul kilatan bangga yang tak bisa disembunyikan. Dia berkata, "Teh hijau ini kualitasnya sangat bagus, jadi suhu airnya nggak boleh terlalu tinggi, sekitar 80 derajat sudah cukup. Selain itu, harus diseduh dan dituangkan dalam waktu lima
Ler mais