Begitu mendengar itu, Darshen terkejut. Detik berikutnya, dia sengaja berteriak marah, "Ada hal seperti ini? Keterlaluan sekali! Bibi harus lapor polisi, tangkap pelakunya dan hukum sesuai aturan hukum!""Masalah ini nggak perlu kamu pikirkan. Sekarang bicarakan urusanmu saja," kata Salwa."Urusanku apa?" Darshen memasang ekspresi polos.Mata Salwa tajam, menatap Darshen tanpa berkedip. Darshen pun langsung membalas tatapannya.Bisa menjadi bawahan Tigor, kualitas mental dan metode Darshen jelas bukan tandingan orang biasa. Dia tahu, saat ini dia sama sekali tidak boleh menunjukkan rasa takut.Setelah saling menatap tiga detik, Salwa berkata, "Kasih aku nama dan informasi orang yang diam-diam memotretku dan Ryan. Aku akan lapor polisi untuk menangkapnya!"Darshen menghela napas panjang dalam hati, tetapi di permukaan tetap tenang. "Oke, nanti aku kirim lewat ponsel.""Kalau begitu, terima kasih," ujar Salwa sambil tersenyum dingin.Bisa menjadi pengusaha papan atas, mana mungkin Salwa
Ler mais