“Ya, karena kamu mirip dengan Andi si bodoh itu! Eh, seharusnya kamu mengucapkan terima kasih padaku! Kamu bisa mendapatkan wanita lain selain Putri Lusiana, dia bukan tipe wanita yang akan tunduk padamu! Tidak masalah jika kamu mengaguminya dari jauh ....”“Oh, benarkah? Aku melihatnya sangat patuh di dekat Kakak senior! Kenapa aku tidak bisa menjadi temannya jika dia bisa berteman dengan Kakak senior?” Zihan berdiri dari kursinya lalu pergi dan bergabung di meja Lusiana. Tidak disangkanya, baru saja dia ingin duduk di sana, beberapa pangeran lain segera datang dan ikut menyapa Lusiana sehingga dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk bicara. “Putri Lusiana, bagaimana kesehatanmu?”“Putri Lusiana, apa kabarmu?”“Putri, apakah Anda baik-baik saja?”Tidak hanya pangeran, putri pejabat dari wilayah lain juga ikut mencuri perhatian. Mereka tahu Lusiana sangat pandai dalam berbisnis dan selalu memiliki ide cemerlang, mengika
Read more