“Apa katamu?” tanya Anan dengan tatapan bingung.“Maksudku bukan berasal dari zaman ini, mungkin .... dari masa depan?” tanyanya ragu-ragu.Anan menatap Lusiana sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia tampak sedang berpikir keras.Lusiana tidak sabar menunggu jawabannya. “Anan, aku selalu merasa kamu bukan orang dari zaman ini, aku pernah melihatmu di duniaku, aku tahu ucapanku terdengar gila dan tidak masuk akal. Aku juga tidak menuduhmu berniat jahat padaku hanya karena omongan Zihan, tapi bekas luka di tanganmu aku melihatnya pada tangan orang yang menyerahkan buket mawar waktu itu ....” lanjut Lusiana.Anan menghela napas panjang lalu bertanya. “Jika benar seperti dugaanmu, dan ternyata aku berasal dari dunia yang sama denganmu, dan jika aku yang menjadi penyebab kamu masuk ke dunia baru ini, apa yang akan kamu lakukan?”“Ki-kita tentu saja harus kembali!”“Kembali?” Anan mengernyitkan keningnya lalu tertawa.“Ya, kita harus kembali ke zaman modern!” seru Lusiana
Read more