Lusiana tidak menimpali ucapannya, dia hanya menundukkan kepalanya. “Lokasi di sini sudah tidak aman lagi, aku akan meminta para prajurit membereskan tenda. Karena ulahmu aku sudah terluka sampai begini jadi aku ingin kamu merawatku sampai aku sembuh!”Lusiana ingin menyela dan menolak usulan tersebut tapi baru saja dia hendak membuka mulutnya, Anan sudah memutar badan dan menarik tangannya menuju ke kereta kuda.Lusiana berhenti melangkah, dia ingin menolaknya.“Anan, aku-aku, hanya,”“Hanya apa? Kamu masih ingin mungkir dari tanggung jawab?”“Mu-mungkir? Bukan-bukan! Aku merasa situasi ini ti-tidak pantas,”Anan menggenggam bahu kanan Lusiana lalu membisikkan kata-kata di telinganya.“Lusiana, apa kamu ingin aku membeberkan semua tindakanmu di depan Raja Yudistira? Apa kamu ingin tahu apa yang akan beliau putuskan untukmu? Karena sudah mencelakai Pangeran?”Lusiana membelalakkan matanya, dia langsung menggelengkan kepalanya. “Ja-jangan, tapi kamu tahu bukan ini maksudku,” Lusiana
Read more