"Ayah, Ayah, bagaimanapun juga Ayah sudah berumur, jangan salto. Begini saja, aku lagi buru-buru untuk tugas, Ayah ikut denganku dulu. Nanti di mobil, Ayah jelaskan pelan-pelan kejadiannya.""Baiklah." Ahmad mengangguk, lalu naik ke mobil bersama Sahroni.Rombongan kembali melaju menuju Vila Golden Bay. Di dalam mobil, Ahmad menjelaskan secara rinci bagaimana Bradford menolongnya."Dokter itu benar-benar penyelamat nyawaku. Yang paling mengagumkan, setelah mengobati orang, dia sama sekali nggak minta uang. Aku ingin kasih sedikit uang sebagai tanda terima kasih, malah dia tolak.""Di zaman sekarang, anak muda yang punya kemampuan medis sehebat itu dan moral setinggi itu benar-benar sudah sangat langka!"Sahroni mengangguk berkali-kali. "Benar, Ayah. Kalau dokter itu benar-benar menyembuhkan penyakitmu, menyebutnya dokter ajaib pun nggak berlebihan. Nanti kalau aku punya kesempatan bertemu dengannya, aku pasti akan berterima kasih dengan benar.""Tapi aku tetap nggak tenang. Nanti sore
Baca selengkapnya