Sebenarnya, kecantikan Tasya juga termasuk yang sangat langka. Meski tidak secantik Elaine, dia tetap merupakan tipe ideal bagi banyak pria. Dalam keadaan normal, perempuan secantik Tasya tentu tidak akan diremehkan oleh Yansen.Namun, hari ini berbeda. Hari ini, Yansen datang khusus untuk menargetkan Elaine!Tasya menutup pipinya yang panas karena tamparan itu dengan rasa malu dan terhina. Namun, status Yansen membuatnya tidak bisa melawan. Dia hanya bisa berdiri dengan canggung."Pak Yansen, kenapa kamu memukul orang tanpa alasan?"Elaine mengerutkan alis dan berdiri, lalu menatap Yansen dengan kesal.Yansen duduk santai di sofa sambil mengangkat kakinya, menyalakan rokok, lalu berkata dengan nada dingin, "Aku sudah bilang, cuma kamu yang boleh datang. Kenapa bawa orang lain? Selain itu, dia ini mengerti aturan nggak? Aku suruh kamu duduk di sini. Memangnya dia siapa? Yang datang minta tolong itu kamu, atau dia?"Elaine menggertakkan giginya lalu berkata kepada Tasya, "Tasya, kita pe
Read more