Adapun Yanina yang berada di belakangnya, jangankan sedikit rasa bersalah, kedua matanya justru terus-menerus mengamati lingkungan sekitar.Nolan yang berdiri di samping Yanina tersenyum tipis ke arah Zafira, sebagai bentuk sapaan."Nggak apa-apa, nggak apa-apa, kami juga nggak menunggu lama. Ayo, Besan, silakan duduk!"Kaley jelas bukan orang yang suka mempermasalahkan hal-hal kecil. Dia segera mempersilakan tiga orang itu duduk."Hei, jangan asal panggil! Urusan dua anak ini belum tentu jadi. Memanggil besan itu masih terlalu cepat!" Begitu mendengarnya, Yanina langsung menyela dengan suara tegas. Hari ini, dia memang sudah bertekad untuk berperan sebagai pihak yang bersikap keras.Begitu kata-kata Yanina keluar, tangan Kaley langsung membeku di udara dan ekspresinya menjadi agak buruk."Jangan asal bicara. Aduh, maaf ya, jangan dimasukkan ke hati. Duduk, ayo duduk!" Yehuda segera turun tangan meredakan suasana."Ya, ya. Urusan kedua keluarga kita dibicarakan pelan-pelan saja!" Melih
Read more