"Kak, jangan tegang dulu. Masuk saja, nanti kamu akan tahu sendiri." Melihat situasi itu, Bramo segera angkat bicara.Sebenarnya Bramo ingin memberi kejutan pada kakaknya, jadi dia tidak menjelaskan apa pun di telepon tadi. Tak disangka malah menimbulkan salah paham.Mendengar ucapan itu, raut khawatir di wajah Kaley sedikit berkurang, tetapi tangannya tetap menarik Zafira masuk dengan langkah cepat."Eh? Kenapa Ayah tiba-tiba main catur hari ini? Kondisi Ayah gimana? Nggak ada yang terasa nggak nyaman, 'kan?" Begitu masuk ke halaman, Kaley langsung melihat Bernard dan Bradford. Tanpa sadar, dia langsung melontarkan pertanyaan beruntun.Karena terlalu mengkhawatirkan kondisi Bernard, Kaley sama sekali tidak terlalu memperhatikan Bradford, terlebih lagi saat Bradford masih membelakanginya."Kenapa sepanik itu? Aku baik-baik saja. Bahkan belum pernah merasa sebagus ini. Hahaha ... skak!" Menghadapi rentetan pertanyaan Kaley, Bernard menjawab tanpa mengangkat kepala, bahkan sempat-sempatn
Read more