Fadil terdengar sedikit ragu saat berkata, "Pak Devan, saya dengar dari petugas keamanan, Bu Vivian sudah berada di kantor sejak dua jam lalu. Mereka sebenarnya sudah menasihatinya untuk pulang, tapi Bu Vivian bersikeras menyelesaikan pekerjaannya dulu baru mau pergi."Sampai di sana, Fadil sendiri juga terdengar kebingungan. Menurutnya, Devan saja sudah terkenal sebagai orang yang bekerja tanpa kenal lelah, sering kali mengabaikan kesehatannya demi urusan kantor. Namun ternyata, Vivian bahkan lebih gila kerja darinya. Hal itu membuatnya merasa malu sekaligus kagum."Baik, aku mengerti," Devan menghela napas panjang. Setelah berpikir sejenak, dia akhirnya menekan nomor Vivian.Telepon segera tersambung. Devan mempertimbangkan kata-katanya, lalu berkata pelan, "Aku dengar kamu masih di kantor."Vivian menghela napas kecil, suaranya terdengar lembut dan sedikit lelah. "Sebenarnya aku nggak mau kamu tahu soal ini, tapi ternyata tetap sampai ke telingamu juga. Kamu nggak usah khawatir, aku
Leer más