Share

Bab 401

Author: Nayla
Ekspresi Mohit langsung berubah dan mengernyitkan alisnya. "Kamu si berengsek itu ya?"

Selesai memaki dengan marah, Mohit mengangkat makanan yang baru saja diantarkan dan hendak pergi.

Melihat situasi itu, Devan segera menambahkan, "Maksudku, aku teman mantan suaminya ...."

Mohit membentak, "Temannya juga pasti bukan orang baik. Pantas saja Bu Florence begitu membencimu."

Devan yang tak berdaya buru-buru berkata, "Aku memang punya sedikit hubungan dengannya, tapi jarang bertemu. Kita semua berada di lingkaran sosial yang sama, wajar saja kalau kita punya hubungan, 'kan?"

Mendengar itu, amarah Mohit akhirnya sedikit mereda dan meletakkan kembali makanan itu ke tempat semula.

Devan merasa sangat tak berdaya. Saat dahulu di Kota Nordigo, semua orang berebut ingin bertemu dengannya dan berusaha untuk bisa berhubungan dengannya. Dia sama sekali tidak menyangka suatu hari nanti dia akan dibenci sampai seperti ini.

Setelah berpikir sejenak, Devan kembali berkata, "Tapi, karakter mantan suamin
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Yani Suryani
Devan dapat pencerahan dari orang biasa yg bisa memandang lebih jauh tentang kehidupan , sedang Devan orang berpendidikan kedudukan tinggi yg hanya bisa memandang kehidupan orang rendah jadi pikiranya sempit
goodnovel comment avatar
Eka Putrie Peranta
baru x ini liat CEO bodohnya ngak ketulungan
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 434

    Pamela berkata, "Kakakku itu memang nggak peduli sama dia."Mavin bertanya, "Lalu menurutmu, kakakmu akan peduli pada pekerjaannya atau pada hal-hal yang dia sukai?"Begitu kalimat itu keluar, Pamela langsung terdiam, tak mampu membantah sepatah kata pun.Sebenarnya, setelah insiden Vivian diperlakukan tidak adil, yang dia tahu hanyalah hubungan Devan dan Scarlett memburuk dengan sangat cepat. Ditambah lagi sejak awal dia memang tidak menyukai Scarlett. Setelah mendengar dari kakaknya tentang berbagai perbuatan Scarlett, kebenciannya pun semakin bertambah.Meskipun pulang ke rumah Keluarga Laksmana, dia dan kakaknya hanya akan menganggap Scarlett seperti udara.Kalaupun berada di ruang yang sama, kakaknya memperlakukan Scarlett seperti orang tak terlihat, sementara dirinya pun sering melontarkan kata-kata tajam.Soal kepedulian? Dia tidak tahu apa yang kakaknya pedulikan, tetapi dia sendiri hanya peduli satu hal, yaitu kapan kakaknya bisa bercerai dari Scarlett.Pamela terdiam. Pikiran

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 433

    Nada dering berbunyi hampir satu menit sebelum akhirnya diangkat. Pamela menunggu dengan agak tidak sabar.Begitu tersambung, dia langsung mengeluh, "Lama sekali baru angkat telepon. Scarlett, kamu ini merasa bersalah, jadi nggak berani angkat ya?"Kalimatnya baru saja selesai, dari seberang terdengar suara Mavin yang sudah sangat dikenalnya."Scarlett sedang rapat sekarang, nggak ada waktu. Kalau ada urusan mendesak, bisa bilang ke aku, nanti aku sampaikan ke dia."Mendengar yang berbicara adalah Mavin, Pamela langsung tertegun. Kata-kata yang sudah dia siapkan sebelumnya pun tertahan di mulut dan tidak jadi keluar.Dia tahu Mavin punya perasaan pada Scarlett, jadi dia tidak ingin hubungannya dengan Mavin menjadi tidak menyenangkan gara-gara urusan Scarlett.Pamela tertawa kecil. "Nggak ada apa-apa, cuma ingin ngobrol dengan Scarlett. Ya sudah kalau Scarlett nggak ada."Mavin sudah menebak tujuan panggilan itu. "Kalau kamu merasa nggak puas karena masalah kemiripan teknologi dan algor

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 432

    Setelah berkata demikian, Pamela sengaja meninggikan nada bicaranya dan menyindir Devan dengan dingin, "Masalahnya, pasangan yang paling dipercaya Kak Vivian dan satu-satunya orang yang bisa membantunya, yaitu kakakku sendiri, hatinya malah buta dan tuli. Aku benar-benar merasa nggak adil untuk Kak Vivian."Devan terdiam.Untuk pertama kalinya, dia tidak berdebat dengan Pamela. Setelah beberapa detik hening, dia berkata, "Akhir-akhir ini kamu lebih sering temani dia. Kalau ada waktu, ajak dia periksa kehamilan lagi.""Itu calon istrimu, tapi kamu malah suruh aku yang temani. Kamu benar-benar tega," Pamela melontarkan candaan.Meski begitu, dia tetap menyetujuinya. Lagi pula, kondisi Devan masih belum pulih sepenuhnya setelah cedera.Selain itu, Pamela sangat memahami sifat kakaknya. Dia bisa menebak bahwa kemungkinan besar Devan baru saja berselisih dengan Vivian karena Scarlett, sehingga dia gengsi untuk menemui Vivian dan butuh waktu untuk menenangkan diri serta berpikir jernih.Seba

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 431

    Belakangan ini, Pamela juga mendengar kabar tentang kasus plagiarisme yang ramai dibicarakan di internet. Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa kakaknya bukan hanya tidak membantu Vivian untuk menuntut pertanggungjawaban, malah justru membantu Scarlett.Dia kesal sekaligus tak habis pikir, lalu akhirnya menutup laptopnya dengan keras."Kak, sekarang kamu benar-benar sudah nggak bisa membedakan mana yang benar dan salah.""Scarlett kasih kamu obat apa sih sampai-sampai kamu jadi begini? Apa kamu tahu kalau Vivian melihat apa yang sedang kamu lakukan, dia bakal sangat terluka?"Devan membuka kembali laptopnya. "Terlepas dari benar atau salah, yang berhak menilai bukanlah orang-orang ini. Mereka sama sekali nggak punya kualifikasi untuk mencaci maki orang lain."Pamela membalas, "Tapi mereka juga ingin menegakkan keadilan. Lagian, memang Scarlett yang memakai cara-cara rendahan seperti ini."Mendengar ucapannya, Devan mengangkat kelopak matanya sedikit. "Masalah ini bukan urusan pr

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 430

    Edric mengangkat tangan dan menyentuh dahinya dengan lembut. "Jangan pusing, aku punya cara. Mau dengar?"Scarlett mengangguk.Edric mendekat ke telinganya dan membisikkan beberapa kalimat.Mata Scarlett langsung berbinar. "Ide bagus," katanya.Namun seketika, seolah-olah teringat sesuatu, dia tampak ragu.Edric menebak isi pikirannya. "Urusan Harris, biar aku yang cari cara. Kamu fokus saja mengerjakan urusanmu sendiri."Beberapa hari ini dia terkurung di sini. Di permukaan, suasana hatinya tampak baik-baik saja setiap hari, tetapi sebenarnya hatinya sudah lama melayang ke UME.Namun, Harris seperti sebilah pedang yang tergantung di atas kepala dengan sehelai rambut, bisa jatuh kapan saja.Scarlett tidak ingin membuat Edric khawatir, jadi dia menurut dan tetap tinggal di sini.Sebenarnya Edric sudah lama menyadarinya. Barusan, setelah berbicara lewat telepon dengan Lucinda, dia baru benar-benar paham bahwa dirinya tanpa sadar juga sedang menggunakan nama cinta untuk membatasi kebebasa

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 429

    Setelah panggilan berakhir, Edric keluar dari kamar.Saat berjalan ke koridor lantai dua, dia melihat Scarlett duduk di sofa, sementara Sheriff meringkuk di pangkuannya, menyipitkan mata sambil tidur.Scarlett mengelus bulu Sheriff dengan lembut, tampak termenung, entah sedang memikirkan apa."Kalau sering mengerutkan kening, nanti cepat keriput lho," kata Edric sambil tersenyum dan menuruni tangga.Mendengar suaranya, Scarlett tersadar. Kemudian, dia segera mengendurkan keningnya dan menggosok dahinya dengan kuat."Ada apa?" Edric tersenyum ke arahnya.Scarlett berpikir sejenak, lalu tetap menceritakan situasinya kepadanya.Awalnya, robot pintar yang mereka rancang lebih dulu entah bagaimana bocor ke luar. Akibatnya, pihak Grup Laksmana lebih dulu menerapkan algoritma teknologi mereka dan bahkan mengadakan konferensi pers.Karena itu, dia terpaksa memperbarui algoritma dan fungsi baru, lalu merancang produk lain. Meskipun berbeda dengan robot milik Grup Laksmana, arsitektur dasarnya m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status