"Kenapa diam? Jangan - jangan Kamu yang keberatan dengan hubungan mereka!" Tegur Mahestra. "Aku, nggak..""Bila Kamu menyayangi Mamamu, buatlah dia bahagia, Adam. Kalau kebahagiaannya itu bersama Sunny, kenapa enggak?"Adamis tertegun. Itu yang pernah ia katakan pada sang Mama untuk menenangkannya. Tidak ada yang salah di antara mereka berdua. Mereka hanya menyambung cinta yang pernah terputus karena suatu alasan. Dan itu adalah papanya. "Ya, Opa. Aku juga merasa begitu." Kata Adamis akhirnya. Ia mengakui kebesaran hati Opanya ini. Mahestra menjentikkan jarinya. "Jangan ditunda lagi. Mereka harus cepat menikah!" Katanya bersemangat. Adamis langsung speechless. Ia terdiam untuk beberapa lama. Apa ia sudah siap memiliki papa baru? Tapi Sunny.. "Adam, Mama memanggilmu." Suara lembut Evara menyadarkannya. Ia ingin masuk ke dalam tapi tangan Evara menahannya. "Berikan Brian padaku." Katanya. Adamis melihat Brian yang tertidur dengan pulas. "Nanti ia terbangun. Biar saja." Kata Ad
더 보기