Alea masuk ke ruangannya dengan nafas sedikit terengah. Dulu ia turun di depan lobby dan pihak kantor yang bertugas akan membawa mobilnya ke tempat parkir. Begitu juga saat bersama Axel atau Alvian. "Kamu terlambat, Al! Terlambat banget - banget!" Sindir Axel. Ia langsung menyerahkan setumpuk berkas di meja Alea. "Input seperti biasa." Katanya lagi. Pekerjaan remeh yang diberikan pada Alea oleh sang papa sebagai pembelajaran karena ketidak peduli annya selama ini. Pekerjaan remeh tapi tidak dapat diabaikan atau ditunda sama sekali. Alea mendengus, "Sudah bagus Aku nggak bolos! Jangan cari gara - gara sama Aku, Ax!" Semprot Alea. Axel tertawa. Adik satu - satunya ini memang sangat temperamental. Ia hanya segan pada Alvian. "Mama dulu ngidam apa, ya?" Tanya Axel sambil lalu. Ia seperti berbicara pada dirinya sendiri tapi sukses membuat Alea terpancing. Alea menautkan alisnya. Apa maksud Axel? "Apa maksudmu?" Tanyanya tidak tahan. Ia melepaskan berkas yang sudah ia pegang la
Read More