"Aku sudah melakukan tugasku, Bos. Apa imbalanku?" Canda Evara pada Adamis saat mereka dalam perjalanan pulang. "Minta imbalanmu pada adikmu, dong. Kok jadi minta sama Aku?" Cibir Adamis pura - pura kesal. "Oh, begitu?" Angguk Evara sambil pura - pura cemberut. Ia memalingkan wajahnya menghindari tatapan Sang suami. Adamis mengira ia benar - benar marah. Adamis langsung memeluk dan menciuminya dengan gemas. "Aku kan hanya bercanda. Kenapa Kamu jadi marah, Sayang?" Rayu Adamis. Sebenarnya Evara tidak marah tapi melihat penyesalan Adamis membuatnya ingin melanjutkan aksi ngambeknya. "Aku sudah kerja seharian! Meninggalkan Brian pula. Apa tidak ada penghargaan sedikitpun darimu?" Katanya pura - pura bersungut. Ia tidak ingin melihat wajah Adamis karena itu akan membuatnya tidak dapat menahan tawa. Adamis menempelkan kepalanya di kepala istrinya. "Maaf, Aku nggak bermaksud membuatmu kesal. Aku hanya bercanda, Sayang."Sopir melihat mereka dari kaca spion di atasnya. Bibirnya meny
Read more