Poksi merasa perutnya sakit. Ia juga mual parah karena perasaan bersalah. Ia ambruk di pintu rumahnya. Ia pingsan! Sintia terkejut saat membuka pintu rumah dan menemukan Poksi berbaring menelungkup di depan pintu. "Kak? Kak Poksi!" Sintia melempar tas sekolahnya dan jongkok untuk melihat keadaan Poksi. "Kak Poksi! Kak! Mama..!" Teriaknya memanggil sang mama. "Kak, bangun! Jangan membuatku takut!" Teriak Sintia. Ia meletakkan telunjuknya di depan hidung Poksi. Hawa hangat yang berhembus keluar membuatnya sedikit lega. Sang Mama keluar dan ikut berteriak, "Poksi kenapa? Poksi! Poksi!"Sintia berlari ke dalam dan keluar lagi dengan minyak kayu putih di tangan. Dioleskannya minyak itu di bawah hidung Poksi. Berhasil, Poksi menggerakkan kepalanya. "Poksi, Kamu kenapa, Sayang?" Isak sang mama. Poksi memegang perut dan kepalanya tanpa mengatakan apa - apa. Sintia dan sang mama membantunya bangun dan memapahnya ke kamarnya. "Lambungmu sakit, ya?" Tanya sang mama sambil membaringkan
Read more