"Sekarang, balik ke sana dan bilang kalau Kakak akan ikut bersamanya ke pesta pernikahan itu! Titik!" Titah Sabrina seraya melangkah pergi. "Lah, Kamu sendiri mau kemana?" Tanya Lukman Hakim yang heran melihat Sabrina bukan berjalan ke arah tempat mereka duduk tadi. "Mau cuci muka!" Sahut Sabrina sebal. Ia sangat gemas dengan sikap Lukman Hakim yang terkesan tak peduli dengan perasaan sahabatnya. Padahal ia juga suka. "Apa ya, namanya? Suka tapi nggak mau usaha!" Sungut Sabrina sebal.Ia benar - benar mencuci mukanya di toilet. Ia merasa wajahnya panas karena marah dan membuat make up nya luntuk tak beraturan. "Kak Lukman itu benar - benar, ya!" Gerutunya seraya mengeringkan wajahnya dengan tisu.Sabrina mengulang dari awal riasannya dengan gerakan cepat. Ia tidak ingin membuat mereka terlalu lama menunggu. "Selesai!" Katanya puas setelah mengoleskan lipstik tipis - tipis di bibirnya. Ia kembali ke meja tempat mereka duduk tadi. "Kamu darimana, Brin? Kopimu sudah dingin." Kata
続きを読む