Randy juga sudah mendapatkan hukumannya. Ia mengacungkan jempolnya pada Poksi saat ia dibawa ke mobil yang akan membawanya ke penjara. 'Apa maksudnya, ya?' tanya hati Poksi tak enak. Di deretan kursi terdepan, dua perempuan mengawasi kepergian Randy dengan air mata yang tidak berhenti mengalir di pipi mereka. Mereka adalah Rania dan Denada, mama dan adik Randy. Mereka mendapat panggilan untuk mengikuti sidang Randy. Uniknya, Randy sama sekali tidak mengatakan kalau Poksi yang membuat dia tertangkap. Ia hanya meminta maaf pada sang mama atas kesalahannya. "Maafkan Aku, Ma. Aku gelap mata." Sang mama hanya dapat menangis menyesali dirinya sendiri. Jika ia sanggup memenuhi kebutuhan kedua anaknya pasti Randy tidak akan memilih jalan ini. Poksi menghampiri mereka. "Tante Rania?" Sapanya.Pandangan Rania beralih. Ia menatap Poksi dengan hampa. Dengan perasaan bersalah Poksi mengatakan sesuatu yang membuat mereka terhenyak, "Randy menitipkan Kalian padaku. Dena, Aku yang akan membaya
Read more