"Kamu harus bertanggung jawab, Ax! Kamu harus!" Kata Artika dengan suara bergetar. Airmata menganak sungai di pipinya yang terlihat kurus dengan tiba - tiba. "Bertanggung jawab untuk apa?" Tanya Andara yang tiba - tiba masuk bersama Alvian. Andara dan Alvian terkejut melihat posisi ibu dan anak itu. Ia langsung menghampiri Artika dan memeluknya. Artika menangis semakin hebat dalam pelukan Andara. Ia menemukan sandaran buat luka hatinya. "Kenapa Kamu baru datang?" Tanyanya menghiba, membuat Alvian langsung menghampiri Axel dan menariknya untuk bangun. Ia menduga Axel yang membuat mamanya menangis seperti itu. Ia hampir melayangkan tinjunya tapi terhenti oleh jeritan Artika, "Stop, Al!""Ma??!" Protes Alvian seraya menurunkan tangannya. Artika meminta mereka duduk dengan gerakan tangannya. Ia juga duduk dengan isak tangis yang tersisa. Andara dan Alvian duduk menunggu dengan sabar. Mereka ingin mendengar cerita itu langsung dari mulut Artika. Axel masih duduk bersimpuh di lanta
Read more