Evara keluar dari kamar Safira tanpa menoleh lagi. Lebih baik ia segera menghubungi Adamis untuk membicarakan kepentingan pekerjaan buat Athena. Safira bersungut di belakangnya, "Dasar orang kaya pelit!"Evara berusaha tidak mengacuhkan. Ia tidak bereaksi sama sekali sampai ia benar - benar keluar dari kamar sang ibu. Safira kembali melihat ponselnya dengan hati masgul. Ia tidak menyangka Evara akan menolaknya kali ini. "Mau dipakai atau enggak, itu kan urusanku!" Dumelnya sebal. Ia menganggap Evara menjadi perhitungan sekarang alias pelit. Setelah merasa yakin ia tidak akan mengganggu Adamis, Evara mulai menekan tombol ponselnya. Langsung tersambung,"Pagi, Sayang." Sapa Adamis setelah mengucapkan salam. Ia tau di tempat Evara, Indonesia, sudah hampir jam 8 pagi. Ia sendiri baru bangun dan bersiap menunggu waktu subuh. "Adam, apa Aku mengganggu tidurmu?" Tanya Evara setelah ia menjawab salam dari suaminya itu. Adamis tertawa. Evara selalu mengkhawatirkan apapun. "Tenanglah,
Last Updated : 2025-12-24 Read more