Beranda / Romansa / Adik Ipar Yang Jadi Suamiku / Bab 72 Anthony si trouble maker

Share

Bab 72 Anthony si trouble maker

Penulis: Dhisa Efendi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-24 19:58:08

Evara keluar dari kamar Safira tanpa menoleh lagi. Lebih baik ia segera menghubungi Adamis untuk membicarakan kepentingan pekerjaan buat Athena.

Safira bersungut di belakangnya,

"Dasar orang kaya pelit!"

Evara berusaha tidak mengacuhkan. Ia tidak bereaksi sama sekali sampai ia benar - benar keluar dari kamar sang ibu.

Safira kembali melihat ponselnya dengan hati masgul. Ia tidak menyangka Evara akan menolaknya kali ini.

"Mau dipakai atau enggak, itu kan urusanku!" Dumelnya sebal.

Ia menganggap Evara menjadi perhitungan sekarang alias pelit.

Setelah merasa yakin ia tidak akan mengganggu Adamis, Evara mulai menekan tombol ponselnya. Langsung tersambung,

"Pagi, Sayang." Sapa Adamis setelah mengucapkan salam.

Ia tau di tempat Evara, Indonesia, sudah hampir jam 8 pagi. Ia sendiri baru bangun dan bersiap menunggu waktu subuh.

"Adam, apa Aku mengganggu tidurmu?" Tanya Evara setelah ia menjawab salam dari suaminya itu.

Adamis tertawa. Evara selalu mengkhawatirkan apapun.

"Tenanglah,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 83 Alea harus pulang

    "Aku.. Enggak.." Kata Adamis seraya melihat pelayan yang masih mempertahankan senyumannya. Ia akhirnya menyadari kekeliruan ini. Ia menatap pelayan yang terlihat centil itu dengan sebal. "Aku sudah mau pergi. Bill nya juga sudah kubayar. Untuk apa Aku pesan lagi?" Senyum di bibir pelayan itu langsung menghilang. "Maaf, Tuan. Saya pikir.." "Nggak usah mikir! Pergi sana!" Selak Adamis galak. Pelayan itu berlari pergi karena takut dan malu sekaligus. Banyak mata yang kini menatap mereka penuh tanya. "Dia udah ngacir, Ma. Jangan bilang Eva, ya?" Kata Adamis cemas. Ia benar - benar takut Evara akan cemburu. Ariana langsung tertawa terbahak - bahak. Suara tawanya begitu lepas. Ia juga melepaskan pikirannya dari Sunny, laki - laki dari masa lalu itu. "Mama, Aku harus segera keluar dari sini. Aku tutup dulu, ya?" Kata Adamis. Ia mulai tidak nyaman menyadari tatapan aneh orang - orang di sekitarnya. "Ya." Jawab Ariana sambil terus tertawa. 'Adamis benar - benar

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 82 Kisah lama

    Percakapan mereka berlangsung menyenangkan. Sunny bersedia menyuntikkan dana dengan cara bekerja sama. "Terimakasih, Paman. Kami tidak akan melupakan ini." Kata Adamis.Sunny tertawa. Ia seperti melihat Bramantyo muda dalam diri Adamis. Begitu tegas dan berkharisma. Tentu itu yang membuat Ariana dulu terpikat padanya. "Sebenarnya Aku sedikit kecewa, Adamis." Kata Sunny sedikit berteka - teki. "Dami. Panggil Aku Dami, Paman. Tapi apa yang membuat Paman kecewa?" Kata Adamis. Sunny mengangguk - angguk. "Karena Kamu sangat mirip dengan Bram." Sahut Sunny.Kenapa ia tidak memiliki garis wajah ibunya sama sekali? Adamis tertawa geli. "Tentu saja. Aku kan anaknya." Katanya dengan mimik lucu. Sunny menatap Adamis. Tentu saja ia tidak ingin Adamis tau perasaannya pada Ariana. "Mungkin Kakakmu yang lebih mirip Mamamu. Mendiang kakakmu, tepatnya." Kata Sunny berpraduga. Adamis menggeleng. "Nggak, Om. Kak Brian seperti Aku. Maksudku, seperti Papa."Sunny mengangguk - angguk lagi. Ia me

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 81 Ucapan Safira

    "Ini gajiku selama dua minggu, Bu." Kata Athena seraya menyerahkan sebuah kartu.Mata Safira berkilat karena senang. "Apa kubilang, Atha. Kalau Kamu minta pasti akan dikasih." Kata Safira sambil mengamati kartu yang kini sedang dipegangnya. Berapa ya, isinya? "Aku nggak memintanya, Ibu. Pak Robby yang memberikannya." Sanggah Athena. "Aku bukan memberikannya padamu, Bu. Aku hanya memberitahumu dan memintamu menyimpannya untukku." Kata Athena lagi. Mata Safira kembali berkilat. Kini karena gusar. "Apa maksudmu, Atha? Apa Ibu nggak boleh menggunakannya untuk keperluan Ibu?" Kata Safira gusar. "Tentu saja boleh, Bu. Tapi jangan dihabiskan, ya? Lagipula, memang Ibu perlu apa lagi? Semua kebutuhan Ibu selama di rumah ini sudah dicukupi oleh Eva, kan?"Safira mendengus. Ia tidak menyangka kalau Athena akan sepelit Evara. Itu yang ada dalam pikirannya. "Memang berapa sih, isinya?" Katanya sambil membolak - balik kartu itu. Athena menghela nafas. Ia merasa keputusannya memberikan kar

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 80 Alea kecewa

    "Anda siapa?" Tanya Smith heran. Ia sedikit menautkan alisnya. "Anthony. Aku Anthony dari Bramantyo corporate." Kata Anthony mengenalkan dirinya. "Ah, ya. Bramantyo. Kita akan mulai kerja sama ini hari ini. Tapi ada apa dengan Adamis?" Tanya Smith sambil menyambut uluran tangan Anthony. Anthony terlihat menarik nafas panjang sebelum mendekatkan kepalanya agar lebih mendekati Smith. "Apa yang Adamis tawarkan pada Tuan itu di luar otoritas Kami." Katanya. "Hah? Apa maksud Anda?" Tanya Smith mulai waspada. "Adamis terkenal selalu bergerak di luar jalur. Penawarannya terlalu rendah dan merugikan perusahaan. Hanya menunggu saat yang tepat untuk memecatnya." Kata Anthony lagi. Smith membuka mulutnya karena tercengang. Adamis memang memberikan penawaran dengan harga yang menarik dan sesuai dengan penawarannya. Apa itu sebuah kesalahan? "Sekarang Aku yang akan menghandle proyek ini, Tuan Smith." Kata Anthony. Ia merasa puas melihat reaksi Smith. Orang ini pasti akan membatalkan kerj

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 79 Jagoan Kandang?

    "Apa begitu santainya dirimu? Jam kerja baru saja dimulai dan Kamu sudah mau berleha - leha?" Lanjut Anthony seraya memicingkan matanya. Adamis berusaha untuk tidak menentang. Ia ingin menjaga perasaan staf yang lain."Maafkan Aku, Tuan. Aku belum terbiasa dengan jam kerja di sini." Sahut Adamis merendah.Tapi itu tidak membuat Anthony puas."Maka dari itu. Jangan samakan orang Belanda denganmu. Orang Indonesia memang pemalas!" Kecamnya.Adamis hampir terpancing untuk melawan saat tiba - tiba Vicky datang dan langsung menghampirinya dengan sebuah berkas."Kamu ingat Sandiago corp, Tuan Ada.." Tiba - tiba ia tersadar akan kehadiran Anthony. Anthony menatap mereka dengan pandangan ganjil. Kenapa Vicky memanggil Adamis dengan sebutan tuan? "Ada apa, Tuan? Apa ada yang bisa Aku lakukan?" tanya Adamis pura - pura tidak tahu dengan tatapan aneh Anthony. Vicky belum pulih dari rasa terkejutnya ketika Anthony mencoba masuk dalam pembicaraan. "Sandiago corp? Biarkan Aku yang menanganinya!

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 78 Kemarahan Ariana

    Safira menghabiskan rotinya tapi buburnya belum juga datang. Ia hampir meledak lagi saat Evara mengatakan padanya sesuatu yang membuatnya senang, "Ibu, nanti Ibu bersiap - siap, ya? Mama mengajakku membeli beberapa baju hamil di mall. Ibu juga bisa membeli gaun yang ibu suka di sana."Mata Safira membulat sempurna karena bahagia. Kemarahannya langsung menguap ke udara. "Jam berapa, Eva?" Tanyanya dengan sangat antusias. Evara menoleh pada Ariana untuk bertanya. "Sekitar jam 9 atau 10?" Sahut Ariana sedikit mengambang. Ia memasukkan potongan rotinya yang terakhir dan meminum tehnya. Evara juga sudah selesai meminum susunya. Seperti dikomando mereka langsung bangun dan meninggalkan meja makan tanpa bicara apa - apa lagi. Ariana menyembunyikan senyumnya. Ia tahu di belakangnya Safira sedang menunggu buburnya dengan tidak sabar. 'Tunggu saja sampai karatan.' kata hatinya geli. seperti yang dikatakan Safira tadi membuat bubur itu membutuhkan proses. Dan itu akan membuat Safira haru

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status