Home / Romansa / Adik Ipar Yang Jadi Suamiku / Bab 74 Safira yang arogan

Share

Bab 74 Safira yang arogan

Author: Dhisa Efendi
last update Last Updated: 2025-12-26 19:14:21

"Baik, Nyonya." Jawab Robby.

Robby menatap sosok Athena yang berdiri kaku karena tidak tahu harus melakukan apa.

Robby sendiri sudah mendapat pemberitahuan langsung dari Adamis.

"Bimbing Dia ke arah yang benar." Canda Adamis tadi melalui ponselnya

"Maksud Tuan Muda?" Tanya Robby tidak mengerti.

"Adik Nyonya Mudamu ini belum pernah bekerja sebelumnya. Orangnya juga pemalas dan arogan. Kamu harus bisa membimbingnya menjadi orang yang lebih baik." Jelas Adamis.

Memang begitulah Athena seperti yang diceritakan Evara.

"Apa Aku bisa, Tuan Muda?"

"Laporkan setiap langkah dan perbuatannya padaku. Aku nggak akan sungkan memecatnya bila dia bermasalah." Tegas Adamis.

Ia memang sedikit tidak percaya saat Evara mengatakan kalau Athena sudah jauh berubah.

"Apapun pekerjaan yang Kamu tawarkan ia akan menerimanya, Sayang." Kata Evara tadi.

"Biarpun hanya menjadi office boy?" Tanya Adamis menguji.

Evara terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.

"Iya, Sayang. Meskipun hanya of
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 87 Kemarahan Safira

    "Apa Kamu bekerja?" Tanya Safira dengan tatapan yang membuat Siska takut. Athena memberi isyarat pada Evara dengan matanya dan kakaknya itu langsung bergeser. Ia mengerti kalau Athena ingin melindungi kekasihnya dengan berada di sisinya. Athena langsung duduk di sebelah Siska dan menggenggam sebelah tangannya. "Aku.. Bekerja, Nyonya." Jawab Siska dengan menahan nafasnya. Safira mengangkat dagunya. Ia terlihat lebih Nyonya besar daripada Ariana sekarang. "Bekerja apa? Dimana? Lalu kapan Kamu bertemu dengan Atha? Dimana Kalian bertemu? Di Bar tempat Atha minum? Atau dimana?" Berondong Safira. Siska terlihat semakin gugup. Athena merasakan tangan Siska yang berkeringat. Sebelum ia membantu menjawab pertanyaan ibunya, Safira sudah bertanya lagi. "Lihatlah dirimu. Apa Kamu merasa layak untuk anakku?""Ibu!" Seru Athena dan Evara berbarengan. Mereka tidak menyangka Safira akan berkata sekejam itu. "Sebelumnya Aku yang nggak layak untuknya, Bu!" Semprot Athena marah. Ia sudah tidak

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 86 Kehadiran Siska

    "Itu memang nggak masuk akal." Angguk Ariana menyetujui dugaan Evara. Mana ada suami istri yang mesti berpisah padahal baru saja menikah kalau tidak ada sesuatu di balik semua itu? "Parahnya, Viona juga mengambil hadiah dariku, Ma. Atha hanya diberi sepertiga bagian." Kata Evara lagi. Ia merasa gemas setelah mendengar curhatan Athena dan ia langsung menceritakannya pada Ariana. "Bagaimana dengan Ibumu? Ia nggak terlihat khawatir?" Tanya Ariana. Evara menghela nafas. Ia juga tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh ibunya. Kenapa ia tidak kuasa membela Athena saat itu juga? "Apa Ibumu sudah Kamu beritahu, Atha? Apa reaksinya?" Tanya Ariana. Ia mengira Athena sudah memberi kabar pada Safira melalui telpon. Athena baru menyadari ketidak hadiran Safira. "Mana Ibu?" Ia balik bertanya. Evara tersenyum. "Ibu ada di kamarnya, Atha. Dia sangat mencintai kamarnya." Canda Evara. Safira memang menghabiskan kesehariannya dalam kamarnya yang nyaman. Ia akan keluar bila waktu makan tiba a

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 85 Cerai!

    3 bulan sudah berlalu. Akhirnya Athena bisa menjalani proses perceraiannya dengan Viona karena ia sudah melahirkan. Athena semakin yakin kalau anak itu bukanlah anaknya saat ia menyambangi tempat Viona melahirkan. Ia benar - benar merasa tertipu. "Anak ini lahir prematur, Atha." Kilah Viona. "Apa Kamu pikir Aku akan percaya?" Kata Athena malas. Perasaan cintanya pada Viona sudah menguap entah kemana. Bahkan ia merasa heran pernah tergila - gila pada perempuan jahat ini! Semula Viona memang ingin bercerai dengan Athena tapi melihat penampilan Athena yang sekarang membuatnya ragu. Sudah tidak terlihat lagi tampang kucel Athena yang pemabuk. Wajahnya cerah dengan tatapan mata yang tegas. Wajahnya juga bersih karena selalu tersiram air wudhu. "Atha, Kita bisa memulainya lagi dari awal." Pinta Viona. Ia mendengar kalau Athena kini bekerja di perusahaan Adamis. Athena hanya tersenyum tipis. Ia tahu Viona melihat dirinya yang sekarang makanya ia bersikap merendahkan dirinya sendiri.

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 84 Alea batal mengunjungi Adamis

    "Tenang, Alea. Mama akan sabar menemanimu sampai Kamu bosan." Jawab Artika yang tidak melihat ekspresi Alea karena ia fokus menatap wajah suami tercintanya. Alea berdiri sedikit gemetar menahan emosinya. 'Dami! Kenapa sulit sekali jalanku untuk bertemu denganmu?!' teriak hatinya putus asa. Alea menghentakkan kakinya sebelum keluar dari kamar. Andara juga langsung menutup telponnya setelah memberi kecupan mesra pada sang istri. Artika sedikit heran dengan sikap Alea barusan. Kenapa ia marah mendengar mamanya akan tinggal? Notif di ponselnya berbunyi. Dari Andara. Ia kembali merasa heran. Apa ada yang Andara lupakan? Notif berbunyi lagi. Andara mengirimkan pesan lagi. Artika dengan tidak sabar segera membukanya. 'Sayang, Aku takut Alea akan menyusul Adamis kalau Kamu pulang. Makanya Aku memintamu untuk tetap tinggal.' itu chat yang Andara tulis. 'Hapus chat ini dan yang tadi. Aku nggak mau Alea sampai membacanya.'Artika menutup mulutnya yang terbuka. " Ya Tuhan! Apa Alea akan s

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 83 Alea harus pulang

    "Aku.. Enggak.." Kata Adamis seraya melihat pelayan yang masih mempertahankan senyumannya. Ia akhirnya menyadari kekeliruan ini. Ia menatap pelayan yang terlihat centil itu dengan sebal. "Aku sudah mau pergi. Bill nya juga sudah kubayar. Untuk apa Aku pesan lagi?" Senyum di bibir pelayan itu langsung menghilang. "Maaf, Tuan. Saya pikir.." "Nggak usah mikir! Pergi sana!" Selak Adamis galak. Pelayan itu berlari pergi karena takut dan malu sekaligus. Banyak mata yang kini menatap mereka penuh tanya. "Dia udah ngacir, Ma. Jangan bilang Eva, ya?" Kata Adamis cemas. Ia benar - benar takut Evara akan cemburu. Ariana langsung tertawa terbahak - bahak. Suara tawanya begitu lepas. Ia juga melepaskan pikirannya dari Sunny, laki - laki dari masa lalu itu. "Mama, Aku harus segera keluar dari sini. Aku tutup dulu, ya?" Kata Adamis. Ia mulai tidak nyaman menyadari tatapan aneh orang - orang di sekitarnya. "Ya." Jawab Ariana sambil terus tertawa. 'Adamis benar - benar

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 82 Kisah lama

    Percakapan mereka berlangsung menyenangkan. Sunny bersedia menyuntikkan dana dengan cara bekerja sama. "Terimakasih, Paman. Kami tidak akan melupakan ini." Kata Adamis.Sunny tertawa. Ia seperti melihat Bramantyo muda dalam diri Adamis. Begitu tegas dan berkharisma. Tentu itu yang membuat Ariana dulu terpikat padanya. "Sebenarnya Aku sedikit kecewa, Adamis." Kata Sunny sedikit berteka - teki. "Dami. Panggil Aku Dami, Paman. Tapi apa yang membuat Paman kecewa?" Kata Adamis. Sunny mengangguk - angguk. "Karena Kamu sangat mirip dengan Bram." Sahut Sunny.Kenapa ia tidak memiliki garis wajah ibunya sama sekali? Adamis tertawa geli. "Tentu saja. Aku kan anaknya." Katanya dengan mimik lucu. Sunny menatap Adamis. Tentu saja ia tidak ingin Adamis tau perasaannya pada Ariana. "Mungkin Kakakmu yang lebih mirip Mamamu. Mendiang kakakmu, tepatnya." Kata Sunny berpraduga. Adamis menggeleng. "Nggak, Om. Kak Brian seperti Aku. Maksudku, seperti Papa."Sunny mengangguk - angguk lagi. Ia me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status