Sebuah mobil mewah baru saja memasuki halaman mansion. Ratu, gadis yang kini sudah dewasa, duduk di teras sambil membaca buku dan menikmati secangkir teh, kini sontak bangkit untuk menyambut pengendara mobil itu. Regan turun dari mobil dengan tenang dan penuh wibawa. Auranya begitu persis dengan sang ayah, Radja. Ratu mengangkat wajah dan tersenyum tipis. “Baru pulang?” “Iya,” jawab Regan singkat. “Gimana meeting hari ini?” “Lancar.” Ratu mengerling jahil. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. “Kayaknya ... ada yang beda.” Regantara yang baru saja melepas jam tangannya menghentikan langkah. Ia menoleh sekilas. “Apa yang beda?” “Muka Mas.” “Kok muka Mas?” kening Regan mengernyit. “Iya.” Ratu mendekat beberapa langkah, pura-pura mengamatinya dari atas sampai bawah. “Hari ini kelihatan lebih ... cerah, beda dari biasanya.” Regan menghembuskan napas pelan, menahan senyum yang nyaris lolos. “Cerah dari mana?” “Meeting sama perempuan, ya?” Tak ada jawaban. Regan ha
Read more