Perasaan Amanda sepanjang hari naik turun.Saat ini, saat dicium Mario dengan penuh gairah, dia sudah melupakan perasaan sebelumnya.Setelah bermesraan dengan penuh gairah, malam pun semakin larut.Amanda berbaring di samping Mario, jarinya mengelus dada Mario yang berotot, menggambar lingkaran-lingkaran.Ujung jarinya menyentuh kulitnya dengan lembut, seketika membuat kulit itu memerah."Masih mau lagi?"Mario mencengkeram pergelangan tangannya, menyipitkan mata dengan nada menggoda.Napasnya samar-samar menyentuh dagu Amanda, membuat gairah yang baru saja mereda itu kembali memenuhi seluruh ruangan.Amanda mendekat, membuka mulutnya, dan menggigit dagunya, sengaja memikatnya."Dokter Mario bisa trik ini juga?"Tatapan Mario menjadi berbahaya, tangannya yang besar mencengkeram pinggangnya, telapak tangannya terasa sangat panas.Detik berikutnya, dia mengangkat seluruh tubuh Amanda dan mendudukkannya di atas pinggang dan perutnya yang kekar."Kamu memang pandai memprovokasi."Mario ban
Baca selengkapnya