Pembicaraan tiba-tiba berubah.Nayla mengerutkan kening. Dari kata-kata itu, sepertinya mereka sudah saling mengenal sebelumnya.Namun, sejauh yang diingatnya, dia belum pernah bertemu Soni sebelumnya."Nama Pak Soni dikenal luas, siapa yang nggak mengenalmu?"Sorot mata Soni semakin gelap.Rasa kecewa sekilas muncul, lalu segera berganti dengan senyuman mengejek."Benar juga, Nona Nayla orang kelas atas, mana mungkin mengingat orang biasa?"Nayla tidak ingin bermain teka-teki dengannya.Dalam hati, dia semakin yakin bahwa mereka belum pernah bertemu sebelumnya."Jangan banyak omong, apa maumu? Berikan apa yang aku inginkan."Wajah Nayla menjadi dingin dan tegas, terlihat sangat tidak ramah.Soni menyunggingkan sudut bibirnya yang tipis, seolah sudah terbiasa dengan hal ini."Jangan buru-buru, aku selalu menepati janji."Setelah berkata begitu, dia mengeluarkan map dokumen dan meletakkannya di hadapan Nayla.Nayla mengambilnya, membukanya, lalu melirik isinya.Dalam dokumen tersebut, h
Baca selengkapnya