Mario memegang erat belakang kepala Amanda, suaranya lembut tapi tegas. "Kalau begitu, aku nggak akan mengecewakanmu."Hati Amanda tiba-tiba merasa tenang.Seolah-olah disuntik obat penenang, hatinya terharu sekaligus merasa hangat.Setelah bertahun-tahun, akhirnya, selain Nayla, ada seseorang yang seperti orang itu, yang masuk ke dalam hatinya.Mario menidurkan Amanda terlebih dahulu sebelum keluar dari bangsal.Di luar, ada Nayla, Simon, dan Austin.Mereka membeli kopi, berdiri di koridor sambil berbincang, membahas temuan mereka tentang apa yang telah dilakukan Michael."Menurutku, Michael nggak sebenci itu kepada Amanda. Tadi, yang tahu kami ada di salon kecantikan itu Sandra dan Nyonya Andini ...."Nayla berhenti sejenak, lalu menganalisis dengan tenang. "Jadi, siapa yang memberi kabar ke Michael? Dan kenapa Michael menyuap Widhi?"Nayla seolah-olah bertanya, tapi sebenarnya menyoroti inti permasalahan.Mario mendekat, bisa mendengar dengan jelas.Austin langsung menarik kesimpula
Read more