Nayla adalah penulis naskah yang sangat populer di perusahaan. Begitu dia tiba, sekretaris menyambutnya dengan senyuman dan segera menghubungi lantai atas.Beberapa saat kemudian, dia meletakkan telepon dan membawa Nayla ke kantor CEO.Setelah Nayla masuk, Austin bangkit dari kursi, merapikan jasnya, dan berjalan mengitari meja."Simon sedang sibuk mengurus persiapan pestanya beberapa hari ini. Bukannya kamu juga cuti buat persiapan? Kenapa berangkat ke kantor?"Austin memberi isyarat untuk mempersilakan Nayla agar duduk di sofa. "Mau minum sesuatu?""Kopi, tanpa gula, tanpa susu.""Oke."Austin memerintahkan sekretaris untuk membuatkannya."Jadi, ada yang bisa kubantu?" tanya Austin lagi, senyumnya lembut.Dia biasanya tidak terlalu perhatian soal sikap.Meski begitu, dia tampak sangat serius di depan Nayla."Ada sesuatu yang sudah lama mengganggu pikiranku. Makanya, aku datang mau tanya tentang itu," kata Nayla, langsung ke intinya.Austin mengangkat alisnya. "Ada apa?"Sekretaris ma
Read more