Share

Bab 361

Penulis: Finella Zakaria
Nayla adalah penulis naskah yang sangat populer di perusahaan. Begitu dia tiba, sekretaris menyambutnya dengan senyuman dan segera menghubungi lantai atas.

Beberapa saat kemudian, dia meletakkan telepon dan membawa Nayla ke kantor CEO.

Setelah Nayla masuk, Austin bangkit dari kursi, merapikan jasnya, dan berjalan mengitari meja.

"Simon sedang sibuk mengurus persiapan pestanya beberapa hari ini. Bukannya kamu juga cuti buat persiapan? Kenapa berangkat ke kantor?"

Austin memberi isyarat untuk mempersilakan Nayla agar duduk di sofa. "Mau minum sesuatu?"

"Kopi, tanpa gula, tanpa susu."

"Oke."

Austin memerintahkan sekretaris untuk membuatkannya.

"Jadi, ada yang bisa kubantu?" tanya Austin lagi, senyumnya lembut.

Dia biasanya tidak terlalu perhatian soal sikap.

Meski begitu, dia tampak sangat serius di depan Nayla.

"Ada sesuatu yang sudah lama mengganggu pikiranku. Makanya, aku datang mau tanya tentang itu," kata Nayla, langsung ke intinya.

Austin mengangkat alisnya. "Ada apa?"

Sekretaris ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 363

    Uangnya benar-benar habis tanpa sisa.Untungnya, dia kemudian tersadar.Setelah menikah dengan Simon, jangankan yang diberikan oleh Simon sendiri.Belasan toko yang diberikan oleh Kakek Markus saja menghasilkan omset bulanan yang fantastis.Sekarang, dia adalah seorang wanita kaya yang tersembunyi."Ya sudah, kembali saja. Lagi pula, bisnis Keluarga Tanu jadi milikmu setelah aku pergi."Kakek Dio tidak menolak gagasan itu dan berkata, "Bisnis Keluarga Tanu pada akhirnya akan jatuh ke tanganmu suatu hari nanti. Ada baiknya kamu belajar mengelola bisnis sejak dini."Dia sudah terbiasa dengan penolakan Nayla dan tidak menaruh harapan sama sekali.Nayla dulu selalu berkata tidak tertarik dan tidak tahu, dan bahwa dia akan menyerahkannya kepada Hans setelah menikah.Konyol.Mana mungkin Kakek Markus tidak tahu pikiran jahat macam apa yang disimpan di kepala Hans?Selama bertahun-tahun, alasan dia menutup mata adalah karena dia merasa bahwa asal Nayla bahagia, apa pun tidak masalah.Selama H

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 362

    Dia awalnya tidak percaya dan ingin menemui Nayla langsung untuk meminta penjelasan.Tepat di sudut koridor, dia tidak sengaja mendengar Nayla berkata kepada Karin, "Aku benci orang seperti Simon, terlalu sombong."Setelah itu, dia berhenti mendekatinya sama sekali.Adapun kata-kata yang disampaikan Hans, dia tidak ingin memikirkannya lagi seumur hidupnya.Dia berpikir bahwa setelah sepuluh tahun berlalu, masalah itu akan perlahan memudar.Lalu waktu itu, dia mendengar Nayla berkata secara langsung, "Aku paling benci dengan orang yang memanfaatkan utang budi orang lain ...."Simon menekan ingatan itu. Matanya yang dalam dipenuhi ekspresi gelap dan terkekang, wajahnya menunjukkan tanda-tanda kelelahan ....Bibirnya yang tipis terkatup rapat. Dia menundukkan kepala dan menggosok pelipisnya.Nayla tidak mendapatkan informasi berguna apa pun dari Austin. Bahkan daftar yang diberikannya pun pada dasarnya sama dengan apa yang diingatnya.Investigasinya telah menemui jalan buntu.Ini berarti,

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 361

    Nayla adalah penulis naskah yang sangat populer di perusahaan. Begitu dia tiba, sekretaris menyambutnya dengan senyuman dan segera menghubungi lantai atas.Beberapa saat kemudian, dia meletakkan telepon dan membawa Nayla ke kantor CEO.Setelah Nayla masuk, Austin bangkit dari kursi, merapikan jasnya, dan berjalan mengitari meja."Simon sedang sibuk mengurus persiapan pestanya beberapa hari ini. Bukannya kamu juga cuti buat persiapan? Kenapa berangkat ke kantor?"Austin memberi isyarat untuk mempersilakan Nayla agar duduk di sofa. "Mau minum sesuatu?""Kopi, tanpa gula, tanpa susu.""Oke."Austin memerintahkan sekretaris untuk membuatkannya."Jadi, ada yang bisa kubantu?" tanya Austin lagi, senyumnya lembut.Dia biasanya tidak terlalu perhatian soal sikap.Meski begitu, dia tampak sangat serius di depan Nayla."Ada sesuatu yang sudah lama mengganggu pikiranku. Makanya, aku datang mau tanya tentang itu," kata Nayla, langsung ke intinya.Austin mengangkat alisnya. "Ada apa?"Sekretaris ma

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 360

    Tapi, dia tidak sekejam iblis seperti yang digambarkan orang luar.Nayla tidak lupa, dan berkata lembut sambil menundukkan mata, "Aku bebas kapan pun. Tinggal panggil saja."Simon mengerutkan kening karena bingung. "Kenapa? Kamu kelihatan lesu."Nayla mendongak menatapnya dan tersenyum tenang. "Nggak kok. Asal suamiku nggak melakukan apa pun yang merugikanku, nggak ada hal lain yang bisa membuatku lesu."Dia mengingat peristiwa sepuluh tahun yang lalu dan hendak menanyainya.Ben tiba-tiba masuk dari luar dengan setelah rapi. "Pak Simon, Nyonya."Dia berdiri dengan hormat di samping, memegangi sebuah dokumen di dalam kantong kertas cokelat.Simon meliriknya dan mengangguk.Nayla tersenyum tipis dan mengangguk menyapanya.Setelah sarapan, dia mengantar Simon ke pintu dan memperhatikan bahwa dasinya sedikit miring, jadi dia mengulurkan tangan untuk meluruskannya.Gerakannya lembut dan teliti, ekspresinya lembut dan menawan, kulitnya putih berkilau, hampir menyilaukan.Simon menundukkan ma

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 359

    Nayla mengira Simon tidak akan pulang malam ini. Setelah mandi dan bersiap untuk berbaring, pria itu tiba-tiba masuk dari luar.Nayla terkejut.Melihat pria yang selalu tampil elegan itu dan mengingat video tadi, jantungnya tiba-tiba seperti melompat ke tenggorokan."Kenapa kamu belum tidur?"Simon melangkah ke samping tempat tidur, sedikit membungkuk. Dia melihat meskipun mata Nayla lembut, ada sedikit kelelahan yang tersembunyi di dalamnya.Mereka begitu dekat sehingga Nayla bahkan bisa mencium aroma parfum yang samar.Masih sama seperti sebelumnya.Pikiran pertamanya adalah Shania."Aku baru saja mau tidur."Nayla menenangkan diri dan menatapnya dengan tenang, dengan ragu bertanya, "Kenapa kamu pulang malam sekali?""Ada masalah mendadak."Cahaya redup menerpa wajah Nayla, dan Simon menyadari ada sesuatu yang salah. "Ada apa? Kamu agak pucat.""Nggak, aku cuma melamun. Habis tidur pasti nggak apa-apa." Ekspresi Nayla tetap tenang.Melihat Simon tidak ingin mengatakan apa pun lagi, h

  • Kau Ingkar Janji, Kunikahi Kakakmu!   Bab 358

    Nayla mengepalkan tangannya dan menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.Kepercayaan adalah hal terpenting antara suami dan istri.Jangan langsung percaya dari melihat saja.Dia tidak membiarkan dirinya larut dalam kesuraman ini. Setelah melirik rekaman CCTV, dia mengirimkan pesan kepada Karin.[Kamu bohongi aku. Kamu harus tanggung konsekuensinya.]Karin tidak takut padanya.Video itu sudah dihapus. Dia yakin Nayla tidak akan menimbulkan ancaman baginya.Dia mencibir dan menjawab: [Orang yang menyelamatkanmu sudah lama mati! Nayla, kamu nggak akan pernah tahu siapa dia.]Nayla terbelalak melihat pesan itu.Orang yang menyelamatkannya sudah mati?Bagaimana bisa?Dia menenangkan diri dan dengan hati-hati mengingat siapa saja yang hadir di tempat wisata itu hari itu.Dari semua orang itu, siapa yang dia lupakan?Tapi, mengandalkan ingatan saja tidaklah cukup.Orang yang menyelamatkannya hari itu, selain mengenakan liontin giok berbentuk bulan sabit, tampaknya juga meneriakkan se

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status