Victor melirik putrinya dan mengacungkan jempol.Renata melihat bahwa ayah dan anak itu ternyata tidak ada satu pun yang setuju dengannya. Seketika, dia merasa malu sekaligus kesal, lalu berkata, "Aku ini ibu mertuanya, memangnya kenapa kalau aku memarahinya sedikit?""Kalau dia benar-benar punya hati, masa hanya karena aku mengatakan beberapa kata saja dia jadi nggak datang?""Menurutku, dia itu memang nggak tahu terima kasih! Cuma kalian berdua yang selalu bela dia!""Isyana, kamu juga nggak menyukainya. Menurutku kalian berdua lebih baik cerai saja. Nanti aku minta bibimu carikan pria yang lebih baik untukmu!"Kali ini, Isyana benar-benar marah. Dia berkata dengan kesal, "Bisa nggak, jangan ikut campur urusan kami berdua? Pernikahanku ini transaksi jual beli ya? Siapa yang menawar lebih tinggi, aku dijual ke dia? Ayah, hentikan mobilnya, aku pulang sendiri!"Victor benar-benar menghentikan mobil di pinggir jalan. Isyana langsung turun dari mobil dan pergi tanpa menoleh lagi.Renata
Read more