"Percaya atau nggak, kalau sekarang aku mengusirmu dari sini, bahkan kalau aku menghabisimu, ayah angkatku paling-paling hanya akan menegurku dua kalimat?"Arlo hanya mengiakan dengan santai, lalu mengaitkan jarinya. "Ayo, aku lihat gimana kamu akan mengusirku!"Zulfan langsung marah besar, benar-benar ingin bergerak. Kakeknya, ayahnya, beberapa tahun lalu gugur demi negara.Sejak itu, Bagas dan Dandy sangat memanjakannya. Karena terlalu dimanja, sifatnya menjadi liar dan tidak tahu apa itu takut.Namun, Rudy, Arman, dan beberapa orang lain yang datang bersamanya justru mulai merasa panik. Jika benar-benar terjadi perkelahian di tempat seperti ini, begitu alasannya diselidiki, mereka semua tidak akan bisa lolos.Arman segera berkata, "Zulfan, jangan menurunkan level sendiri. Dia cuma orang kampungan yang kebetulan berhasil naik level, nggak ngerti aturan di lingkaran kita. Suruh saja dia minta maaf ke kamu."Sambil berkata begitu, dia memandang Arlo. "Cepat, minta maaf ke Zulfan!"Vict
Leer más