"Ini benar-benar logika perampok! Pak Jarot, jangan salahkan aku kalau nanti bertindak terlalu kejam!" kata Rickas dengan wajah muram.Arlo tertawa kecil. "Logika perampok? Aku belajar dari kalian kok!"Sambil berbicara, pandangannya menyapu para kepala suku yang hadir, lalu berhenti pada Jarot. Dengan nada arogan, dia berkata, "Kalau ketemu perampok, aku jadi perampok. Kalau ketemu pengkhianat, aku jadi algojo! Jadi, kalian jangan cari masalah denganku!"Kemudian, dia bergumam pelan, "Aku sudah lama nikah dengan istriku, tapi belum pernah kasih hadiah apa-apa. Hari ini siapa pun yang menghalangiku, kepalanya akan kupenggal!"Semua orang memandang Arlo seperti melihat orang aneh. Namun, pada akhirnya tidak ada yang berbicara. Hanya saja, semua merasa heran dengan kepercayaan dirinya.Madan sudah kalah, Nirmala juga menghindari pertarungan. Jelas, mereka sadar Arlo bukan lawan mereka.Nirkasa justru merasa, mau menang ataupun kalah, Arlo tetap pantas disebut pria sejati. Sementara Paula
閱讀更多