Di dalam Kuil Dewa Sihir, hanya berdiri sebuah patung dewa.Patung itu tampak aneh, seperti sosok manusia yang mengenakan jubah hitam menutupi wajahnya, tidak bisa dibedakan apakah itu pria atau wanita. Singgasananya dipenuhi ukiran serangga, cacing, dan berbagai makhluk seperti yang ada di pilar luar, memancarkan aura gelap dan menyeramkan.Di bawah singgasana, duduk bersimpuh seorang wanita tua kurus berkulit gelap dengan pakaian khas suku Maia. Wajahnya penuh keriput, tampak seperti dukun tua yang sangat saleh.Arlo memandang sekeliling, tampak sedikit terkejut, "Kupikir di dalam Kuil Dewa Sihir akan ada banyak persembahan dan orang yang beribadah. Apa hari ini khusus?"Wanita tua itu tersenyum. "Anak muda, sebagai orang luar, kamu tentu tidak tahu. Penyembahan Dewa Sihir dilakukan di rumah, bukan di kuil. Kuil hanya ramai saat ada kegiatan.""Kalau kamu tertarik, lebih baik keluar dulu untuk menetralisir racun baru kembali lagi. Kamu orang luar, Dewa Sihir tidak akan memberimu obat
Read more