Di waktu yang sama, rumah Sakit Sehat Pertiwi tampak seperti biasa.Sibuk, berbau tajam disinfektan, dan dipenuhi suara langkah kaki yang terburu-buru. Namun, bagi Claudia, setiap jengkal koridor yang ia lewati terasa seperti panggung eksekusi. Ia menarik napas dalam-dalam, merapikan seragam perawatnya yang berwarna biru muda, dan mencoba menegakkan punggung.Ia tahu kehadirannya hari ini akan memicu ledakan gosip. Tapi sebagai perawat, ia tidak punya kemewahan untuk menghilang terlalu lama. Izin sakit yang ia ajukan kemarin sudah mencapai batasnya, dan kepala perawat sudah mewanti-wanti soal profesionalitas.Saat Claudia sampai di nurse station lantai tiga, suasana mendadak senyap. Empat orang rekan sejawatnya yang tadinya asyik berbisik langsung berpura-pura sibuk dengan berkas pasien di tangan masing-masing."Pagi," sapa Claudia pelan, mencoba bersikap normal.Hanya satu orang yang menyahut, itu pun dengan gumaman tidak jelas. Claudia mengabaikannya dan mulai mengecek jadwal pember
Última actualización : 2026-01-27 Leer más