Lampu ruangan VVIP yang temaram memantul pada ujung jarum suntik yang berkilau perak. Di mata Rina, benda kecil itu tampak seperti taring ular yang siap menyuntikkan bisa mematikan ke dalam aliran darahnya. Bau antiseptik yang biasanya menenangkan, kini terasa mencekik, bercampur dengan aroma parfum mahal Ervan yang mendadak tercium busuk.Ervan melangkah maju dengan ritme yang tenang, seolah sedang melakukan prosedur medis rutin. Namun, kilat di matanya adalah kilat kegilaan."Jangan takut, Sayang," bisik Ervan, suaranya lembut namun sangat dingin. "Ini cuma obat penenang dosis tinggi. Kamu hanya perlu tidur sebentar. Saat kamu bangun nanti, Fahmi sudah tidak ada, Bram sudah diam, dan kita bisa mulai hidup baru tanpa gangguan mereka.""Kamu gila, Ervan! Lepaskan aku!" Rina berteriak, suaranya serak karena ketakutan.Rina mundur hingga punggungnya membentur dinding dingin di sudut ruangan. Ervan semakin dekat, tangan kirinya terulur untuk mencengkram rahang Rina, sementara tangan kana
最終更新日 : 2026-02-06 続きを読む