Suara benturan ponsel yang menghantam lantai marmer menggema di ruangan sunyi itu, diikuti oleh suara teriakan panik yang keluar dari loudspeaker."Livia?! Liv?! Kamu masih di sana?! Jawab aku, sialan!"Teriakan Arya terdengar pecah, penuh dengan keputusasaan yang nyata.Livia masih terpaku di kursinya. Wajahnya pucat pasi, bibirnya gemetar hebat. Dia bahkan lupa bahwa bagian atas tubuhnya masih telanjang bulat, terekspos sepenuhnya di hadapanku. Gairah yang tadi membakar matanya kini padam total, digantikan oleh ketakutan murni akan kehilangan kemewahan.Aku membungkuk perlahan, memungut ponsel mahal itu dari lantai. Layarnya retak sedikit, tapi sambungannya masih terhubung.Aku meletakkan ponsel itu di atas meja, tepat di depan wajah Livia."Bicaralah," perintahku tanpa suara, hanya gerakan bibir.Livia menelan ludah dengan susah payah. Dia menatap ponsel itu seolah benda itu adalah bom waktu."A-Arya..." panggilnya dengan suara bergetar. "Apa... apa maksudmu dipecat? Korupsi?""Mer
Last Updated : 2025-12-25 Read more