Detik jam merambat pelan, membuat waktu seolah tertahan. Di dalam ruangan mewah itu, dua orang saling terpaku dalam tatapan, sementara cahaya siang menyusup lembut menembus dinding kaca.“Aku gak suka kamu mikirin hal lain disini,” Di tengah heningnya ruangan yang dibasuh cahaya siang, Evelyn berbisik lirih. Ia menatap jauh ke dalam bola mata indah Dafa. Pria itu tampak jauh lebih tampan dari saat ia pertama kali bertemu, hingga Evelyn merasa hampir kehilangan kendali atas dirinya sendiri.Dafa mendorong pelan bahu Evelyn dan berusaha menetralkan tubuhnya, “Aku gak mikirin apa-apa,”Bohongnya ia melihat kearah lain tanpa memperdulikan tatapan Evelyn. “Jangan bohong aku tahu kamu gelisah,” ucap Evelyn.“Terserah kamu percaya atau enggak,” Dafa melanjutkan pekerjaannya dan membuka lembaran demi lembaran yang menumpuk itu.Evelyn memutar bola matanya dengan malas, mencoba menyembunyikan debar jantungnya yang tak beraturan. Ia membuang muka ke arah dinding kaca.TokTokTokKetukan di pi
Read more