Evelyn telah menyelesaikan kegiatannya di butik tantenya. Saat ini, ia sedang dalam perjalanan menuju rumah yang ia pinjamkan kepada Dafa.Di tengah padatnya jalanan ibu kota sore itu, Evelyn termenung menatap ke luar jendela. Ia menyaksikan hiruk-pikuk kota yang tak kunjung reda, tepat saat sinar matahari mulai kehilangan cahayanya.Di tengah kemacetan itu, rasa gelisah mulai menyergap pikirannya. “Apapun yang terjadi apapun resikonya, aku harus bisa. Cuma Dafa gak ada yang lain,” gumam Evelyn yang terucap dalam hatinya.Setiap kali ingatan tentang pria itu muncul, detak jantungnya seakan berpacu. Wajah Dafa terus terbayang, memenuhi ruang di pikirannya dan menciptakan kegelisahan yang sulit ia redam.Ia tahu hati ini telah salah arah karena terus memikirkan pria beristri. Namun, sekuat apa pun ia mencoba, perasaannya tak bisa dicekal ia kalah oleh egonya sendiri.Sepanjang perjalanan sore itu, waktu seolah berjalan melambat. Detik demi
Last Updated : 2026-01-20 Read more